Bahaya Penggunaan Gadget Berlebihan, FK Unissula Selenggarakan Penyuluhan dan Kesehatan Mata

SEMARANG- Fakultas Kedokteran (FK) Unissula mengadakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Penyuluhan Kesehatan dan Pemeriksaan Mata. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (4/09/2022) dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat Perumahan Sembungharjo Permai RW 08 Sembungharjo, Genuk, Semarang. Acara yang diawali dengan sambutan Ibu Aprilia Kristanti selaku Ketua Tim Penggerak PKK yang mengarahkan tentang semangat menjaga kesehatan keluarga. Dilanjutkan sambutan dari team penyuluhan dr Harka Prasetya, SpM(K) yang berterimakasih atas kesediaan warga RW 08 Sembungharjo Permai untuk dilaksanakan penyuluhan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat FK UNISSULA khususnya bagian Ilmu Kesehatan Mata yang bekerjasama dengan RSI Sultan Agung.

Dokter Harka dalam materinya menyampaikan “Masalah kesehatan akibat penggunaan gadget yang berlebihan”. Gadget atau gawai adalah perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis. Namun dari segi kesehatan gadget juga memiliki efek buruk bagi manusia, terutama untuk kesehatan mata.

Adapun dampak negatif gadget bisa membuat kita sakit kepala, sakit leher dan punggung, stress, kurang fokus (kosentrasi belajar), gangguan perilaku, potensi kecelakaan (23% kecelakaan terjadi ketika sopir main HP), kecanduan gadget, dll. Pengaruh gadget pada mata bisa membuat mata lelah (astenopia) otot-otot mata menjadi cepat lelah dan membuat penglihatan menjadi buram; mata kering dikarenakan frekuensi berkedip berkurang, sehingga timbul keluhan matanya perih, berair, terasa kering, gatal, sensitif terhadap cahaya, buram; mata juling (strabismus) melihat dekat yang terlalu lama meningkatkan risiko mata menjadi juling; rabun jauh (myopia) bola mata menjadi lebih memanjang yang menyebabkan rabun jauh. Selain itu paparan sinar biru sebelum tidur juga dapat mengganggu pola tidur karena sinar biru dapat memengaruhi proses tubuh dalam memproduksi MELATONIN, senyawa yang dibutuhkan untuk mengatur pola tidur.

Narasumber kedua dr. Christina Indrajati, Sp.M menyampaikan tentang “Kelainan-Kelainan Pada Kelopak Mata” Ptosis, Ektropion, Entropion, Xanthelasma, Hordeolum, Keganasan / Kanker, Penyakit Grave.

Turut hadir dalam kesempatan ini dr Sita, dr Bela dan dr Atik dokter spesialis mata di RSI Sultan Agung Semarang yang melakukan pemeriksaan kesehatan mata beserta tiga refraksionis optisien. Alhamdulilah serangkaian acara penyuluhan, pemeriksaan mata yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB dengan target 90 orang terlayani berjalan dengan lancar, meriah dan sukses. [hms]