Langkah Prodi Biomedik Unissula Cetak Lulusan Unggul Sesuai Kemajuan Iptek Kedokteran

Program Studi Magister Ilmu Biomedik (PSMIB) Fakultas Kedokteran (FK) Unissula Semarang adakan Kuliah Tamu baru-baru ini yang dilaksanakan secara hybrid daring dan luring di Gedung IBL FK Unissula dengan pembicara-pembicara nasional diantaranya Prof dr Amin Soebandrio, PhD SpMK yang membawakan materi Stem Cell and Regenerative Medicine, dilanjutkan Prof Dr Purnawan Junadi, MPH PhD dengan materi Aesthetic Medicine, Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd FAACS dengan materi Human Health Science. Acara tersebut di moderatori oleh Ketua Panitia yang sekaligus Ketua Prodi Magister Ilmu Biomedik Assoc Prof Dr dr Agung Putra, MSiMed.

Dekan Fakultas Kedokteran Unissula, Dr dr Setyo Trisnadi SH SpKF menyatakan kedatangan para pakar di dalam kuliah tamu sangat strategis. Sebab mereka juga dalam rangka memberi masukan terhadap visi misi FK Unissula dan prodi Biomedik, yang dilatarbelakangi perkembangan pesat iptek di bidang kedokteran dan kesehatan manusia.

Prof Amin merupakan pakar biomedik stem cel, Prof Wimpi pakar antiaging, Prof Pur ahli estetika. Kedatangan para pakar ini sangat strategis. Perlu juga dipahami Prodi Magister Biomedik Unissula yang semula hanya mengampu konsentrasi human health dan antiaging sekarang dikembangkan menuju tujuh konsentrasi. Masukan dan saran para pakar sangat relevan untuk pengembangan ilmu dan pengetahuan di dalam kampus. Sebagai pengelola, maka FK Unissula berkomitmen memenuhi kebutuhan prodi, salah satunya mengundang para professor tersebut.

Kedepan perkembangan ilmu biomedik bahkan semakin maju mencakup biomolekuler, genetika, stem cell, estetika, nutrisi, hingga sport medicine. Kolaborasi masukan dari pakar, yayasan, rektorat, dosen dan tim penjaminan mutu diinginkan bisa mendukung keselarasan dengan kebutuhan zaman serta kemajuan dunia kedokteran dan Kesehatan.

Kemajuan ilmu dan pengetahuan membuat banyak hal berkembang pesat. Didalamnya termasuk di dunia kedokteran yang bahkan mulai mengenal konsep memperlambat kondisi penuaan (anti aging) dengan diiringi peningkatan kualitas hidup seseorang.

Menurut Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, perkembangan metode stem cell atau sell punca membawa adanya terobosan di dunia kedokteran.

Metode ini dipakai untuk berbagai kepentingan medis mencakup untuk anti aging. Tak kalah menarik untuk mendukung kondisi kebugaran dan kehidupan perkawinan seseorang.

Guru Besar dari Departemen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali tersebut mengaku kerap didatangi pasien suami istri yang menginginkan hubungan harmonis selama membina bahtera rumah tangga.

Menurutnya untuk bisa bahagia orang butuh menerapkan hidup sehat. Diantaranya juga dengan mengkonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara teratur dan rutin. Orang dengan gaya hidup sehat akan membuat hormon tubuh berkembang dengan baik dan berdampak pada kesehatan manusia.

Prof Purnawan Junaidi PhD mengatakan estetika dan memperlambat penuaan bagaikan dua mata sisi. Harus saling mendukung. Keilmuan dalam bidang ini diperkuat para dokter yang terhimpun dalam Perhimpunan Dokter Anti Penuaan, Wellness, Estetik Regeneratif Indonesia (Perdaweri).

Perdaweri menjadi wadah peminatan dalam ilmu anti-aging dan estetika dibawah IDI yang dibentuk dan  diresmikan dalam Munas IDI XXVIII di Makasar November 2012.

Perdaweri menjadi satu-satunya perhimpunan dalam bidang ini yang diakui keberadaannya di Indonesia oleh IDI untuk menampung dan mengembangkan ilmu anti-aging dan estetika di Indonesia.

Saat ini sudah terbentuk 19 cabang Perdaweri di tingkat propinsi di seluruh Indonesia. Dia pun turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan forum kuliah tamu di Unissula ini. Sebab ini bagian dari meningkatkan ilmu dan pengetahan di bidang ini.

Prof Amin Soebandrio, PhD SpMK yang merupakan ketua Komite Pengembangan Sel Punca dan Sel Kemenkes RI. Beliau menyampaikan beberapa materi, diantaranya adalah perkembangan riset stem sel yang diisolasi dari berbagai sumber, potensi pengembangan riset dalam rangka mendukung konsep personalized medicine.**