FK Unissula Menerima Kunjungan FKG, Sharing Manajemen Tata Kelola SDI

SEMARANG-Sumber Daya Insani (SDI) Fakultas Kedokteran (FK) Unissula menerima kunjungan dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unissula dalam rangka studi banding terkait manajemen pengelolaan SDI yang ada di FK, Selasa (22/03/2022).

Rombongan dipimpin langsung oleh drg Musri Amurwaningsih MMedEd (Wakil Dekan I FKG) didampingi oleh drg Prima Agusmawanti SpKGA (Wakil Dekan II), Kepala Tata Usaha (KTU) Prahita Indraswara Sakti SE, Ika Novitasari SS (SDI) dan Dedie Nugroho Amd (Bagian Teknologi Informasi).

Diawali dengan sambutan selamat datang oleh Wakil Dekan II FK, dr Ulfah Dian Indrayani MSc yang menyampaikan bahwa SDI FK itu unit yang unik, dibutuhkan kesabaran untuk pengelolaannya, baru berdiri di awal kepimpinan Dekan FK Doktor dr Setyo Trisnadi SH SpKF pada tahun 2017 masih berbenah jadi kita hanya sharing saja, jelasnya. Turut hadir dalam kesempatan ini Dr dr Hadi Sarosa MKes (Wakil Dekan I FK), dr Meidona Nurul Milla MCE (Sekretaris Unit SDI FK), Marfuatun SPsi (KTU) dan tiga Staf Unit SDI FK.

dokter Prima, begitu sapaan akrabnya menyampaikan kami datang dalam rangka silaturahmi ke FK, selanjutnya kita belajar mengenai manajemen pengelolaan SDI di FK. Tak lupa kami menghaturkan banyak terima kasih kepada dokter Ulfah yang sudah memberikan kesempatan untuk bisa studi banding di FK.

Lebih lanjut menurutnya, SDI merupakan tonggak akreditasi fakultas, sedang SDI kami masih kurang sekali, jadi perlu berbenah, sehingga dengan adanya studi banding ini, kami mendapatkan banyak ilmu yang barokah, masukan dan membangun SDI FKG lebih baik kedepannya, jelasnya mengakhiri sambutan.

Senada dengan dokter Ulfah, dokter Milla memaparkan sekilas pandang SDI FK Unissula tadinya belum ada, SDI baru berdiri tahun 2017 kurang lebih lima tahun lalu, sebelumnya urusan kepegawaian diurus oleh salah satu admin di bawah tata usaha, dengan adanya perkembangan peraturan-peraturan dari DIKTI terkait kepegawaian seperti Jafa, Serdos, BKD, Sister dan lain sebagainya, maka fakultas merasa perlu ada unit khusus untuk mengurusi.

Lebih lanjut menurutnya, mungkin sama juga dengan keadaan di FKG karena ada beberapa kultur dan karakteristik dosen yang berperan sebagai praktisi dan akademisi dengan habis waktunya diranah profesional sehingga seringkali ada hambatan yang terkait dengan kepegawaian yang bersifat administratif, terutama di bagian penelitian dan pengabdian Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan adanya ketentuan-ketentuan khusus yang harus dipahami, sehingga diperlukan staf khusus yang membantu dan bekerja di unit SDI ini untuk mengelola dan endingnya adalah akreditasi fakultas tetap terjaga dengan baik, jelasnya. [hms]