Pendampingan Kader Kesehatan dalam Tindakan Preventif dan Pertolongan Awal Kasus Stroke di Kelurahan Banjardowo-Kecamatan Genuk Semarang

SEMARANG-Tim Bagian Neurologi Fakultas Kedokteran Unissula mengadakan Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk, Rabu, (16/03/2022)pagi.Hadir sebagai Pembicara dr Ken Wirastuti SpS KIC, drIka Rosdiana SpKFR dandr Naili Sofi Riasari, SpN. 

Dalam sambutannya dr Ken, sapaan akrabnya yang sekaligus ketua tim menyampaikan bahwa penyakit stroke bisa menyerang manusia disegala umur, sampai saat ini penyakit stroke menjadi peringkat ke 3 yang mengklaim ke BPJS.

Sambutan tuan rumah Ketua Kelompok PKK Kelurahan Banjardowo menyampaikan terima kasih kepada dokter dari Fakultas Kedokteran Unissula yang mau membagikan ilmunya bagi masyarakat.

Manfaat kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan juga masyarakat dalam tindakan preventif dan pertolongan awal kasus stroke sebelum dibawa ke rumah sakit. Metode yang digunakan adalah pemberian pelatihan yang meliputi materi stroke dan demonstrasi deteksi dini kejadian stroke dan penanganan awal sebelum dibawa ke rumah sakit, pendampingan kader kesehatan dalam mengelola group media sosial dan memberikan informasi dan layanan kesehatan khusus hipertensi melalui media sosial. Kegiatan pengabdian ini telah memberikan luaran berupa peningkatan pemahaman masyarakat terutama penderita hipertensi, keluarga, dan kader kesehatan tentang penyakit stroke, tanda gejala, prognosis, tindakan awal pertolongan pada stroke sebelum ke rumah sakit, serta meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam mendeteksi gejala stroke, dan berperan serta dalam melakukan upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Kader Kesehatan PKK Kelurahan Banjardowo belum mengetahui bagaimana mengenali, mendeteksi, mencegah dan mengobati dengan peran keluarga pada penderita stroke. Kedua penderita hipertensi yang akhirnya terjadi komplikasi stroke karena hipertensi tidak terkontrol. Dari masalah ini dapat disimpulkan bahwa peran keluarga penting dalam mengenali, mendeteksi, mencegah dan mengobati komplikasi hipertensi. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kader untuk mengenali, mendeteksi, mencegah dan mengobati komplikasi hipertensi dalam hal ini stroke. Pengetahuan kader yang meningkat diharapkan dapat memberikan edukasi kepada keluarga penderita hipertensi dengan komplikasi stroke. Metode pengabdian kepada masyarakat menggunakan model paparan materi dan pelatihan.

Terkait dengan sepuluh faktor resiko yang dapat dicegah yang meliputi kontrol tekanan darah, melakukan olahraga ringan, makan makanan seimbang, kontrol kadar kolesterol, mempertahankan berat badan seimbang, berhenti merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, memeriksa dan mengobati penyakit jantung, mengurangi resiko diabetes dan mendapatkan pengetahuan tentang stroke. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan peningkatan pengetahuan kader kesehatan dalam identifikasi dan pengelolaan sepuluh faktor resiko yang dapat dicegah menjadi stroke. Sasaran kegiatan adalah Kader Kesehatan Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk Semarang. Metode pengabdian dilakukan dengan pemberian materi dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Hasil pengabdian menunjukkan ada peningkatan pengetahuan peserta terhadap identifikasi dan pengelolaan sepuluh faktor resiko stroke.

Stroke dapat menyebabkan seseorang mengalami kecacatan sebagian bahkan seluruh tubuh. Tindakan cepat dan sedini mungkin harus dilakukan untuk mencegah kecacatan terjadi.

JIka seseorang terkena gejala stroke, siapa pun dan kapan pun itu datanglah ke rumah sakit. Seringan apapun stroke jangan dibilang ringan atau nanti akan sembuh sendiri, tidak seperti itu.

Sebagian masyarakat memahami stroke dapat disembuhkan dengan dipijat, mengeluarkan darah dari telinganya, dan menusukkan jarum ke bagian tubuh yang mengalami stroke. pemahaman tersebut keliru dan penanganan yang paling tepat adalah dengan membawa penderita ke rumah sakit.  [Hms]