Fakultas Kedokteran Unissula Berdayakan FKK Banjardowo dengan Gizi Seimbang dan Aktivitas Fisik Lawan Infeksi Virus

SEMARANG- Fakultas Kedokteran (FK) Unissula mengadakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di Desa Banjardowo Semarang, Rabu (09/03/2022) pagi. Tim Kegiatan PPM ini diketuai oleh Azizah Hikma Safitri SSi MSi, anggota tim sekaligus sebagai narasumber yaitu dr Nurina Tyagita MBiomed, dan dr Hesty Wahyuningsih MSiMed. Kegiatan PPM ini bertujuan untuk membekali Kelompok PKK bagaimana cara mengkonsumsi gizi seimbang dan memperkuat daya tahan tubuh lawan infeksi virus.

Dalam sambutannya Sri Hadiningsih Ketua PKK Kelurahan Banjardowo, mengungkapkan agar warga Banjardowo mewaspadai penyakit-penyakit yang melanda saat ini yaitu covid 19 dan demam berdarah, jelasnya. Hadir pula Ibu Muchayati selaku Ketua Forum Kader Kelurahan (FKK) Kelurahan Banjardowo.

dr Hesty pada kesempatan ini menyampaikan tentang Diet Gizi Seimbang, prinsip gizi seimbang memiliki empat pilar utama yaitu pentingnya pola hidup aktif dan berolahraga, mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam, menjaga berat badan ideal, menerapkan pola hidup dan sehat.

Di Indonesia saat ini, lagi dikampanyekan tentang gizi seimbang yang bernama "Isi Piringku". Kampanye ini menggantikan slogan "4 sehat 5 sempurna". Isi piringku berisi makanan pokok, sayuran, buah-buahan dan lauk pauk. Dimana makanan pokok ukurannya sama dengan jumlah sayurannya.

Selain itu, kita juga disarankan untuk selalu mencuci tangan, melakukan aktivitas fisik selama 30 menit /hari dan minum air 8 gelas sehari. Berikut ini pola makan diet yang sehat yaitu sayuran, buah-buah, protein, pilih karbohidrat kompleks, batasi asupan garam dan gula, hindari lemak jenuh dan konsumsi cukup air. Setelah mengikuti pola makan diet yang benar dan sehat. Pastikan olahraga secara teratur karena dapat membantu mengurangi risiko terkena kondisi kesehatan yang serius serta menjaga berat badan. Pada kasus infeksi COVID-19, obesitas meningkatkan risiko keparahan bahkan bisa kematian.

Pembicara kedua dr. Nurina Tyagita, M.Biomed menyampaikan materinya “Pengaturan Aktivitas Fisik” perkuat daya tahan tubuh lawan infeksi.

Aktivitas fisik merupakan setiap gerakan tubuh yang diakibatkan kerja otot rangka dan meningkatkan pengeluaran tenaga serta energi. Secara umum aktivitas fisik dibagi menjadi 3 kategori berdasarkan intensitas dan besaran kalori yang digunakan yaitu : aktivitas fisik ringan, sedang dan berat. Aktivitas ini mencakup aktivitas yang dilakukan di sekolah, tempat kerja, dalam keluarga atau rumah tangga, dalam perjalanan dan aktivitas lain yang dilakukan untuk mengisi waktu senggang sehari-hari.

Penyakit yang berasal dari infeksi virus tidak mempan dengan obat-obatan yang kita kenal sekarang. Obat antibiotik yang sudah keras sekalipun tidak akan bisa mengobati penyakit yang berasal dari infeksi virus. Lalu bagaimana caranya agar kita bisa sembuh? Yang dibutuhkan untuk melawan virus bukanlah obat, melainkan sistem kekebalan tubuh kita sendiri.

Untuk membantu mempercepat penyembuhan, sistem kekebalan tubuh kita pun perlu diperkuat. Selain dengan banyak beristirahat dan minum multivitamin, kita harus memastikan asupan gizi kita sehat dan seimbang. Ada baiknya juga kamu memperbanyak asupan vitamin C untuk menambah imunitas tubuh. Untuk mendapatkan tambahan manfaat kesehatan yang maksimal dengan olahraga yang bertipe aerobik, dilakukan merata sepanjang minggu dan olahraga penguatan otot, minimal intensitas moderat/sedang, dengan frekuensi 2 hari per minggu.

Senada dengan dua narasumber sebelumnya, Ketua Tim Pengmas Azizah, begitu sapaan akrabnya, diakhir sesi menambahkan tentang pentingnya gizi seimbang, aktivitas fisik dan memandu praktek kegiatan tersebut bersama warga masyarakat Kelurahan Banjardowo yang antusias. [Hms]