Kompetisi Sarjana Kedokteran Kian Ketat

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kompetisi di antara lulusan sarjana kedokteran kian ketat. Sebab, jumlah lulusan dengan keilmuan ini jumlahnya juga semakin banyak. Hal tersebut dikemukakan Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unissula Dr dr Setyo Trisnadi pada Upacara Pengambilan Sumpah Dokter ke 108, Minggu (21/10). Forum itu juga dihadiri Wakil Rektor I Dr Bejo Santoso dan Kepala LL Dikti Wilayah 6 Jateng DYP Sugiharto. ‘’Sesuai data yang diterima lulusan dokter terus meningkat. Sebanyak 73  FK di indonesia  rata- rata meluluskan 9.000 dokter setiap tahun,’’jelasnya. Sebagai contoh dalam upacara sumpah dokter ini FK Unissula melepas 84 lulusan.  Selebihnya sampai ini FK kampus itu sudah meluluskan 4. 098 dokter yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka memberikan pelayanan dengan bernaung di bawah perusahaan swasta ataupun negeri. Kendati demikian kian banyaknya lulusan kedokteran tetap harus ditanggapi optimistis. Artinya, kini semakin banyak lahir tenaga parademis kompeten untuk membantu meningkatkan derajad kesehatan rakyat. Para dokter dipastikan  juga akan berlomba meningkatkan kompetensi supaya bisa melayani pasien secara maksimal. ‘’Tak kurang keberhasilan pendidikan di FK Unissula juga lahir dari proses yang kompleks. Namun tahun ini berkah bagi fakultas ini. Sebab, tingkat kelulusannya 100 persen termasuk saat pelaksanaan uji kompetensi,’’ tuturnya. Dia sekaligus mengingatkan tantangan lulusan juga makin kompleks. Utamanya dalam bidang memaksimalkan layanan kesehatan, yang mendorong para dokter bersikap lebih profesional. ‘’Tantangan lain adalah memasuki era jaminan kesehatan nasional (JKN). Sekarang terdapat istilah dokter BPJS dan nonBPJS. Pasien berbondong bondong ke dokter BPJS sehingga tejadi overload pelayanan,’’imbuh dia. Demikian juga dengan fenomena  dokter spesialis yang juga kebanjiran pasien. Semuanya karena proses rujukan yang berjenjang di era JKN.