Error message

The file could not be created.

Kebidanan UNISSULA Pelopor Pengembangan Kurikulum Profesi Bidan Indonesia

Kebidanan UNISSULA pelopor pengembangan kurikulum profesi bidan Indonesia “Kesiapan Kebidanan FK Unissula dalam Peningkatan Kualifikasi Profesi Bidan melalui Pembukaan Program Studi Profesi Bidan dan Pengembangan Kurikulum Profesi Bidan Berbasis SNPT” Berdasarkan kebutuhan pengguna akan tenaga bidan yang professional dalam rangka menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi/balita (AKB) serta adanya tantangan WTO (World Trade Organitation) dimana potensial tenaga-tenaga kesehatan khususnya bidan asing dapat masuk ke pasaran Indonesia dengan mudahnya, maka PPIBI bersama AIPKIND mengajukan pengusulan peningkatan kualifikasi bidan dari kualifikasi D3 menjadi  profesi bidan.  Selaras dengan pengajuan tersebut, maka Kemenristekdikti membuka kesempatan bagi institusi pendidikan bidan untuk meningkatkan jenjang pendidikan yang diselenggarakannya dari D3 atau D4 menjadi profesi yang memenuhi  jenjang 7 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dengan dikeluarkannya Surat Nomor 2037/C.C4/KL/2016 tentang Pengumuman Pengusulan Program Studi Profesi Bidan pada Rumpun Ilmu Terapan Bidang Kesehatan Tahun 2016 beserta segala konsekwensinya menurut aturan yang berlaku.   Untuk menjawab tantangan tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (FK Unissula) telah menyiapkan pengajuan pembukaan program studi profesi bidan sejak tahun 2015 dan telah mendapatkan rekomendasi dari PPIBI dengan Surat nomor 2165/V/PPIBI/2015 tentang rekomendasi pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Bidan tertanggal 28 Mei 2015 dan akan diupload melalui silemkerma.dikti.go.id. Rangkaian dalam persiapan pembukaan program studi profesi tersebut salah satunya adalah penyusunan kurikulum sesuai SNPT yang diawali dengan pengembangan kurikulum tahap makro dan mezzo kurikulum. Oleh karena itu, Prodi D3 Kebidanan FK Unissula menyelenggarakan workshop pengembangan kurikulum profesi bidan yang diselenggarakan pada tanggal 10-11 Januari 2017 bertempat di NJ Horison Hotel Semarang. Workshop ini menghadirkan para pakar dan para pemangku kebijakan, yakni Dr. Ir. Endrotomo, MT selaku pakar kurikulum dari Kemenristekdikti, Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes selaku ketua umum pengurus pusat Ikatan Bidan Indonesia (PPIBI), Dra. Jumiyarni Ilyas, M.Kes selaku ketua Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND) dan Yetty Leoni Irawan, MSc selaku sekjen AIPKIND. Workshop bertema: “Peningkatan Kualifikasi Profesi Bidan dalam Menghadapi Era WTO melalui Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Berbasis SNPT,” dilaksanakan dengan misi melakukan sosialisasi tentang bagaimana penyusunan kurikulum Pendidikan Tinggi dimulai dari analisis kebutuhan pasar akan profesi bidan, model praktik bidan dan pembahasan Makro Kurikulum yaitu Profil dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang telah diusulkan oleh organisasi profesi (PPIBI) dimana Surat Keputusan tentang CPL ini belum dishare di web Kemenristekdikti. Hanya dalam 3 hari setelah penyebaran informasi kegiatan workshop ini, jumlah peserta yang mendaftar telah melebihi target yang diharapkan. Hal ini menunjukkan bahwa animo institusi pendidikan bidan di Indonesia sangat besar dalam pengembangan kurikulum untuk meningkatkan kualifikasi profesi bidan khususnya sebagai persiapan Pengembangan Program Studi yang telah ada untuk membuka Program Studi Profesi Bidan. Pada akhirnya panitia membatasi jumlah peserta hingga 45 peserta yang berasal dari 33 institusi pendidikan bidan di Indonesia. Bentuk kegiatan workshop ini memadukan antara pemaparan materi dan diskusi kelompok , para peserta sangat antusias dalam mengikuti workshop ini walaupun jadwal yang dibuat panitia sampai pukul 21.30 pada hari pertama dan berakhir pukul 15.00 keesokan harinya. Harapannya adalah hasil dari workshop ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dan masukan bagi PPIBI dan AIPKIND dalam rangka perbaikan serta menjadi bahan bagi masing-masing institusi untuk dapat mengembangkan kurikulum tahap mezzo dan mikro di institusinya masing-masing.