Lompat ke isi utama

FK UNISSULA Perkuat Kualitas Pendidikan Dokter Melalui Supervisi Klinik di Soerojo Hospital Magelang

MAGELANG – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang terus berkomitmen meningkatkan kualitas lulusan dokternya melalui kegiatan supervisi pembelajaran klinik secara berkala. Pada Rabu, 22 April 2026, tim pimpinan FK UNISSULA melakukan kunjungan supervisi ke Soerojo Hospital Magelang untuk mengevaluasi kegiatan kepaniteraan klinik mahasiswa, khususnya di bagian Ilmu Kesehatan Jiwa dan Anestesi. Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Dekan II FK UNISSULA, dr. Bagas Widianto, M.Biomed, beserta rombongan, dan disambut oleh Kepala SDMPP dr. Azizah, jajaran Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) serta dosen pembimbing klinik. Selain melakukan evaluasi, kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit jejaring guna memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai dengan standar.

Apresiasi terhadap karakter mahasiswa. Dalam pemaparannya, pihak Soerojo Hospital memberikan apresiasi positif terhadap mahasiswa profesi dokter (coass) asal UNISSULA. Perwakilan rumah sakit, dr. Anita, menyebutkan bahwa mahasiswa UNISSULA dikenal memiliki sikap (attitude) dan perilaku profesional yang baik dibandingkan dengan instansi lain. Hal ini sejalan dengan visi UNISSULA untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia yang berlandaskan nilai-nilai Islam atau birrul walidain.

Capaian akademik dan evaluasi keterampilan berdasarkan data laporan, rata-rata nilai ujian praktik atau OSCE (Objective Structured Clinical Examination) mahasiswa UNISSULA di Soerojo Hospital mencapai 69,53, berada di atas rata-rata keseluruhan rumah sakit jejaring. Meski demikian, kegiatan supervisi ini juga mengidentifikasi beberapa poin yang perlu dikembangkan. Mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan keterampilan klinis dalam menangani kasus-kasus spesifik seperti gangguan seksual, penyalahgunaan NAPZA, serta penanganan syok dalam bidang anestesi.

Sebagai tindak lanjut, tim menyarankan penambahan tutorial klinik selama 1-2 hari untuk memperdalam materi tersebut. "Kami juga mendorong agar mahasiswa lebih aktif berdiskusi dengan pembimbing klinis guna mempertajam pemahaman mereka," ujar tim supervisi dalam risalah rapat.

Pengembangan institusi ke depan Kunjungan ini juga dimanfaatkan FK UNISSULA untuk mensosialisasi perkembangan prodi baru, di antaranya pembukaan Magister Kesehatan Masyarakat (S2), Biomedis (S3), serta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Penyakit Dalam dan Bedah yang sedang dalam proses pengembangan.

Dengan tingkat kelulusan ujian nasional (UKMPPD) yang tetap tinggi di angka 95-99%, sinergi antara FK UNISSULA dan rumah sakit pendidikan seperti Soerojo Hospital menjadi kunci utama dalam mencetak dokter profesional yang siap melayani masyarakat. [hms]

GB777 GB777 GB777